Profil organisasi

Majelis Arah Indonesia

Lembaga pemikir dan wadah kolaborasi ulama, intelektual, akademisi, serta profesional untuk memberi arah gagasan bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.

“Menyatukan Gagasan, Menguatkan Arah, Menghadirkan Manfaat”

Tentang MAI

Mitra strategis, bukan oposisi

Majelis Arah Indonesia (MAI) adalah lembaga pemikir (think tank) dan wadah kolaborasi ulama, intelektual, akademisi, profesional, serta berbagai elemen masyarakat yang berkomitmen memberikan arah pemikiran, gagasan, kajian, dan rekomendasi kebijakan bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.

MAI lahir dari kesadaran bahwa Indonesia membutuhkan ruang dialog yang mempertemukan nilai-nilai keislaman, keilmuan, kebangsaan, dan kepentingan masyarakat dalam membaca berbagai persoalan strategis nasional.

MAI tidak menempatkan diri sebagai kelompok oposisi maupun pendukung pemerintah. MAI hadir sebagai mitra strategis dan sparing partner pemerintah serta masyarakat, dengan menjalankan fungsi kritis-konstruktif.

Visi

Lembaga pemikir Islam dan kebangsaan yang terpercaya

Menghadirkan arah pemikiran, gagasan, dan solusi strategis bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, maju, bermartabat, dan berkemaslahatan.

Misi

Delapan langkah kerja

  1. 1

    Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan keilmuan dalam membaca serta memberikan solusi terhadap persoalan kebangsaan.

  2. 2

    Menghasilkan kajian dan rekomendasi kebijakan yang objektif, berbasis data, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

  3. 3

    Menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan gagasan, masukan, kritik, dan alternatif solusi terhadap berbagai kebijakan publik.

  4. 4

    Membangun ruang dialog antara ulama, intelektual, akademisi, pemerintah, dunia usaha, aktivis, media, dan masyarakat.

  5. 5

    Memperkuat literasi keumatan dan kebangsaan, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial, politik, ekonomi, dan perkembangan teknologi digital.

  6. 6

    Mendorong pemberdayaan umat melalui penguatan ekonomi, pendidikan, kewirausahaan, teknologi, dan berbagai sektor strategis lainnya.

  7. 7

    Membangun jejaring ulama dan intelektual di seluruh Indonesia sebagai kekuatan pemikiran dan solusi bagi persoalan bangsa.

  8. 8

    Menjaga persatuan dan kerukunan bangsa dengan mengedepankan dialog, toleransi, keadilan, dan sikap kritis yang konstruktif.

Nilai-nilai dasar

Fondasi yang menuntun setiap gagasan

Keislaman

Menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan moral dan etika dalam memberikan pandangan terhadap persoalan masyarakat dan bangsa.

Keilmuan

Setiap gagasan dan rekomendasi diupayakan berdasarkan kajian, data, metodologi, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kebangsaan

Menempatkan kepentingan bangsa dan negara serta kemaslahatan masyarakat sebagai orientasi utama.

Keadilan

Mengedepankan objektivitas dan keberpihakan kepada kebenaran serta kepentingan masyarakat luas.

Independensi

Menjaga independensi pemikiran dan tidak terjebak pada kepentingan politik praktis.

Kolaborasi

Membangun kerja sama dengan berbagai elemen bangsa untuk menghasilkan solusi yang lebih komprehensif.

Kemanfaatan

Mengukur keberhasilan organisasi dari sejauh mana gagasan dan kerja-kerjanya memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.